Masyarakat dunia kini lebih memperhatikan pola hidup sehat untuk mencegah timbulnya komplikasi penyakit tidak menular di usia muda, hingga untuk meningkatkan usia harapan hidup mereka. Mereka berani mengeluarkan modal tinggi untuk mendapatkan bahan pangan yang sehat. Investasi hidup sehat dapat diawali dengan konsumsi beraneka ragam bahan pangan yang mengandung antosianin, si pewarna alami.

Antosianin merupakan produk turunan dari antocyanidin. Terdapat beberapa macam bentuk antosianidin di dalam bahan pangan. Beberapa diantaranya yaitu cyanidin, delphinidin, pelargonidin, peonidin, malvidin, dan petunidin. Keenam jenis antocyanidin tersebut merupakan yang terbanyak konsentrasinya di dalam bahan pangan. Cyanidin memberikan pigmen warna magenta pada bahan pangan.

Cyanidin merupakan pigmen warna alami pada kelompok berries dan sayuran yang memiliki warna kemerahan. Delphinidin merupakan pigmen warna yang memberikan warna merah kebiruan hingga ungu pada bahan pangan. Warna kebiruan pada kelompok bunga tertentu juga disebabkan karena keberadaan pigmen delphinidin. Pelargonidin memberikan kesan warna oranye pada beberapa jenis bunga, dan merah pada beberapa buah dan berries. Peonidin memberikan warna magenta pada beberapa bahan pangan seperti berries, anggur unggu dan merah. Malvidin berkontribusi terhadap warna ungu dan banyak terdapat pada bunga dengan warna kebiruan. Petunidin memberikan warna melah gelap hingga ungu, terdeteksi pada blackcurrants dan warna ungu pada kelopak bunga.

Bahan pangan tinggi antosianin sudah sejak dahulu digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan nafsu makan, meningkatkan sekresi getah empedu, dan pengobatan lainnya. Kemajuan penelitian di bidang pangan dan kesehatan menemukan manfaat kesehatan lain dari antosianin. Konsumsi antosianin dari berbagai macam komoditas pangan terbukti dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit tidak menular seperti gangguan kesehatan jantung, obesitas, diabetes, hingga kanker (2).

Referensi:
(1) Martín, J., Eugenia Marta Kuskoski, Navas, M. J., & Asuero, A. G. (2016). Antioxidant Capacity of Anthocyanin Pigments. Intech, i(tourism), 13. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.5772/57353
(2) Khoo, H. E., Azlan, A., Tang, S. T., & Lim, S. M. (2017). Anthocyanidins and anthocyanins: Colored pigments as food, pharmaceutical ingredients, and the potential health benefits. Food and Nutrition Research, 61(1). https://doi.org/10.1080/16546628.2017.1361779


Artikel ini kiriman dari: Aprilia Fitriani
(Pengajar di jurusan Teknologi Pangan Univ Surya. Sedang menempuh pendidikan doktoral Ilmu Pangan UGM)


Baca juga : Antosianin, Pewarna Alami Kaya Manfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *