Apa yang saya lakukan saat berita wabah Covid-19 beredar luas sampai ke kota saya tinggal? Jawabannya adalah menghitung berapa jumlah pohon pisang, singkong, pepaya di halaman rumah saya. Ketakutan akan terjadinya pembatasan social yang berimbas pada terhentinya aktivitas pasar membuat saya bertanya bagaimana saya mendapatkan bahan makanan. Orang tua kita terdahulu sudah memberikan contoh yang baik bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan makanan secara mandiri. Menanam bumbu masak dan sayuran hijau bisa dilakukan di halaman, tanpa perlu menggunakan peralatan lengkap seperti petani pada umumnya.

Menanam di halaman ini sudah menjadi trend saat ini, bisa dilihat dari banyaknya akun media social yang memberikan usulan ide (tips) menanam mudah dari rumah. Dalam akun seperti 5minutes hack misalnya, mereka mencontohkan menanam bawang daun dari sisa batang yang disisakan 2cm, yang dicelupkan kedalam wadah yang berair, atau menanam kentang yang sudah bertunas sisa masak kedalam pot dua lapis, masih banyak contoh lainnya. Lalu apa yang lakukan di rumah?

Menanam di halaman oleh yusup taofik hardianto
foto : doc pribadi

Pertama menanam tanaman yang bisa ditanam halaman. Menanam singkong dan pisang di batas halaman juga bisa difungsikan sebagai pagar. Singkong tidak hanya diambil umbinya, tetapi daunnya bisa kita ambil kapan saja sebagai sayur. Pisang ditanam dengan pola yang sama dengan singkong di batas halaman, tentunya dengan jarak yang berbeda. Bumbu dapur seperti jahe, kunyit, lengkuas ditanam disekitar tanaman pisang untuk memudahkan proses pemupukan. Sedangkan tanaman buah seperti jeruk dan jambu bisa ditanam dengan planter bag atau tong bekas, tempatkan tanaman buah di depan rumah sebagai hiasan yang juga mempunyai manfaat. Jambu dipilih karena bukan merupakan tanaman musiman, atau bisa berbuah sepanjang tahun. Tentunya itu membantu memenuhi asupan vitamin kita.

Menanam di halaman oleh yusup taofik hardianto
foto : doc pribadi

Kedua, belajar memelihara hewan ternak. Orang terdahulu terbiasa memelihara ayam kampung, untuk diambil telurnya atau dipotong saat mencapai bobot atau umur tertentu. Memelihara ayam kampung untuk dikonsumsi telur atau dagingnya untuk memenuhi kebutuhan protein, tetapi ayam kampung bertelur 130-160 butir dalam satu tahun. Jika kita ingin mendapat telur yang lebih banyak cobalah memelihara ayam petelur yang menghasilkan 5-6 butir telur dalam seminggu. Memang ayam petelur belum menjadi kebiasaan untuk dipelihara masyarakat, tapi apa salahnya untuk dicoba.

Hewan lainnya yang saya pelihara kelinci. Kelinci cepat berkembang biak. Satu periode beranak kelinci melhairkan lebih dari satu anak. Mengkonsumsi daging kelinci tidak biasa untuk sebagian orang karena rasa iba dengan fisik kelinci yang dinilai lucu. Selain dagingnya urine dan feses kelinci baik dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Dengan memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk, kita sudah mengawali pertanian yang terintegrasi yang harus selalu dikembangkan.

Pada akhirnya pilihan untuk memenuhi kebutuhan makanan. Apakah tetap dalam kebiasaan lama atau mencoba hal baru yang mungkin akan menghasilkan pengalaman baru.


Artikel kiriman dari: Yusup Taofik Hardianto
( IG : @yusuptaofik )


Baca artikel opini lainnya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *