Budidaya serangga pengurai sampah atau Maggot dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban sampah rumah tangga. Limbah sampah organik dapat diurai oleh Maggot menjadi kompos selama 14 hingga 20 hari.

Untuk  budidaya Maggot bisa dilakukan dengan mudah. Maggot atau larva (belatung) yang berasal dari serangga black soldier fly (BSF), dihasilkan pada metamorfosis fase kedua setelah fase telur. Maggot dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif untuk ternak unggas, ikan, dan ternak lainnya yang lebih efisien dan ekonomis.

Seperti yang dikembangkan peternak di Kecamatan Cigombong, Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rizky Dhiwa, melakukan budidaya Maggot untuk pakan ternak ayam broiler miliknya. Ia mengaku, dapat memangkas ongkos produksi. “Mengganti pakan dengan Maggot bisa memangkas sampai setengah ongkos pakan, ayam juga lebih lahap dan sehat kalau mengkonsumsi Maggot,” ungkapnya.

Budidaya Maggot (Foto: Urbantani.id)

Belum banyaknya petani yang melakukan budidaya Maggot, Rizky memanfaatkannya sebagai peluang usaha. Selain untuk pakan ternak miliknya, ia menjual dan menjadi penyuplai kepada sejumlah peternak ayam, dan ikan di wilayahnya, dengan keuntungan yang berlipat. 

“Budidaya maggot masih jarang di daerah sini, maggot  bisa dijual Rp6 ribu per kg dan keuntungan zero cost per wadah Rp90 ribu. Keuntungannya bisa berlipat-lipat, karena untuk makanannya hanya memakai sampah organik,” terang Rizky.

Rizky melakukan budidaya Maggot dengan membeli prepupa BSF untuk benih indukan di awal. Maggot yang dihasilkan dari prepupa disimpan pada wadah berbentuk kotak yang dicampurkan dengan sampah organik dari limbah pasar. Sampah organik berupa sayuran, dan buah terlebih dahulu dicacah halus, sebagai sumber makanan bagi Maggot. Kemudian wadah disusun pada tempat yang menyerupai rak-rak dengan ukuran 120×100 cm. Ia mengaku, dengan cara budidaya ini dapat menghasilkan 15 kg Maggot per wadah.

“Modal di awal yang dikeluarkan Rp80 ribu untuk membeli 1 kg prepupa. Setelah 3 minggu Maggot bisa dipanen dengan hasil 15 kg per wadah,” tambah Rizky kepada Urbantani.id

Maggot Sebagai Pakan Alternatif

Maggot dapat menjadi solusi sebagai pengganti pakan alternatif yang bisa digunakan oleh peternak, untuk menjawab persoalan pasokan pakan yang masih mahal karena bahan baku pembuatan pakan masih impor, juga masalah pencemaran lingkungan.

Maggot sebagai pakan alternatif bisa diberikan dalam bentuk tepung untuk budidaya unggas, dan ikan. Dampak pemberian tepung maggot pada ternak dapat menjadi sumber protein dan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan.

Dilansir dari sebuah penelitian yang dikutip dari repository.ipb.ac.id, penggunaan tepung Maggot untuk pakan ayam  tidak menurunkan kualitas daging ayam, dan dapat menjadi solusi sumber protein alternatif. 

Budidaya Maggot Raup Untung
Ternak ayam yang diberikan pakan Maggot (Foto: Urbantani.id)

Dikutip dari jurnal Riset Akuakultur KKP 2009, Maggot bisa dijadikan sebagai suplemen pakan ikan yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ikan. Selain itu ikan menjadi lebih sehat, karena meningkatnya jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan jumlah sel yang melakukan aktivitas fagositik.


Ditulis oleh: Mardi Rahmat
(Penulis tetap di urbantani.id)


Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *