SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
25/04/2026
Video

Kisah Pemuda asal Ambon Bertani Melon Hidroponik: Modal Rp40 Juta ‘Roboh’, Tak Punya Lahan Bukan Halangan

  • February 26, 2026
  • 2 min read

Budidaya melon menjadi pilihan bagi petani muda yang ingin memulai bisnis pertanian di perkotaan. Sosok Yaser Makatita membuktikan bahwa status perantau asal Ambon bukan penghalang untuk sukses di Semarang. Meski tidak memiliki tanah sendiri, tekadnya untuk maju jauh lebih besar daripada keterbatasan fisik yang ada.

Inovasi Sistem Melon Hidroponik dan Tantangan Konstruksi

Yaser mengawali langkahnya sebagai petani melon modern dengan mencari lahan-lahan kosong milik warga untuk dikerjasamakan. Namun, perjalanan awalnya tidak mulus karena sistem bagi hasil yang kurang seimbang serta kendala teknis pada bangunan. Ia sempat mengalami kerugian besar ketika instalasi melon hidroponik miliknya roboh total akibat salah perhitungan beban.

“Intinya kembali lagi ke kita sendiri, kita pengen maju atau berdiri di tempat itu saja,” ungkap Yaser Makatita saat mengenang perjuangannya.

Kegagalan tersebut terjadi saat ia mempercayakan pembangunan konstruksi sepenuhnya kepada tukang tanpa pengawasan ketat. Berat buah melon hidroponik yang ia tanam ternyata mencapai 3 kg per pohon, jauh melebihi kapasitas beban bangunan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang ingin memulai melon hidroponik di rumah atau skala bisnis.

Peluang Bisnis Hidroponik di Lahan Sempit

Kini, Yaser jauh lebih teliti dalam menerapkan teknologi hidroponik, termasuk saat menggunakan metode melon hidroponik NFT. Pengalaman pahit di masa lalu justru menjadikannya ahli dalam mengatur manajemen risiko pertanian urban. Baginya, ketekunan adalah modal utama bagi mereka yang ingin mengubah lahan tidur menjadi sumber penghasilan tinggi.

About Author

urbantani.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *