Rahasia Bisnis Ikan Koi Import Jepang Sejak 1998! Dari Hobi jadi Omzet Ratusan Juta per Bulan
Memelihara ikan koi bukan sekadar hobi visual biasa, melainkan seni perawatan air dan strategi investasi yang menjanjikan. Bagi kalangan pencinta hiasan kolam, memburu ikan koi jepang asli yang memiliki silsilah unggul merupakan kepuasan tersendiri. Bisnis yang digerakkan oleh kecintaan mendalam ini terbukti mampu memutar roda ekonomi hingga bernilai ratusan juta rupiah per bulan. Langkah awal pendirian Jakarta Koi Center sejatinya bermula dari ketidaksengajaan sang pemilik, Sugiarto Budiono, yang merintis hobi ini dari rumah pada tahun 1995. Penerbangan rutin ke Negeri Sakura pun dijadwalkan secara berkala demi menyaring indukan ikan koi besar dan ikan koi jepang jumbo yang berpotensi memenangkan kompetisi pameran. Perbedaan kualitas antara memesan jarak jauh dan memilih langsung di farm Jepang sangat terasa pada hasil akhirnya. Tak heran jika varietas unggul dari ikan koi import jepang sering dikategorikan sebagai ikan koi termahal karena proses seleksi ketat dari para breeder profesional.
Menciptakan ekosistem kolam yang alami jauh lebih penting daripada sekadar memamerkan material kemewahan seperti keramik atau marmer. Lumut alami pada dinding kolam justru berfungsi mempertahankan kejernihan air sekaligus menjadi penyeimbang parameter kimia yang dibutuhkan oleh ikan koi jepang. Kunci sukses merawat spesimen unggulan hingga menjadi ikan koi juara terletak pada konsistensi pengelolaan air serta keaktifan dalam ajang pameran seperti Nusatic. Perjalanan panjang bisnis ini memberikan pelajaran berharga bahwa ketekunan hobi dapat menjelma menjadi industri bernilai tinggi.
“Mulai 2006, 2007 saya mulai berangkat ke Jepang sendiri untuk memilih. Karena beda sekali kita order dengan kita datang itu sangat beda sekali. Kalau saya import itu biasanya kalau dari Ogata paling dikit lima ratus ekor. Karena apa? Kita kalau ngirim ke sedikit biayanya mahal. Sekarang cuma yang dua puluh juta paling. Ee, kalau transaksi bulanan kalau lagi bagus ya bisa sampai mencapai seratus,” ujar Sugiarto Budiono.