Belajar dari Jepang, Sugiarto Budiono Sukses Gagas Nusatic Pameran Ikan Hias & Akuatik Terbesar di Dunia
Perjalanan usaha jakarta koi center yang digagas oleh sugiarto budiono dalam membudidayakan ikan koi membuktikan potensi bisnis perikanan hias Indonesia.
Keberhasilan mengadopsi budaya dan manajemen pameran dari negeri sakura menjadi tonggak sejarah penting bagi industri perikanan hias tanah air. Pengalaman berharga tersebut menginspirasi lahirnya sebuah gelaran megah yang menyatukan seluruh pecinta satwa akuatik nasional.
Langkah inovatif ini tidak hanya mengangkat harkat para pembudidaya lokal, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia mampu menggelar perhelatan internasional yang diakui publik dunia. Konsistensi dalam memupuk sinergi komunitas menjadi fondasi utama dalam membangun industri yang berkelanjutan.
“Tahun 1995 saya memulai pelihara ikan koi di rumah. Kemudian tahun 1998 itu saya merasa kolam sudah terlalu banyak. Kita coba membuka iklan di waktu itu masih Koran Suara Pembaruan. Kita tulis iklan untuk hewan jual beli. Eh, ternyata ada yang datang.” — Sugiarto Budiono
Filosofi Konsistensi Jepang Memicu Lahirnya Nusatic Pameran Terbesar Dunia
Pengalaman berinteraksi langsung dengan para praktisi di ikan koi jepang membuka pandangan baru tentang pentingnya wadah kompetisi yang teratur. Kedisiplinan pameran di sana yang diselenggarakan secara berkelanjutan dari tingkat lokal hingga nasional menjadi kunci utama kemajuan industri mereka.
Inspirasi mendalam dari filosofi tersebut mendorong gagasan untuk merangkul berbagai komunitas hobi akuatik di tanah air dalam satu panggung spektakuler. Kolaborasi lintas komunitas ini berhasil mewujudkan impian bersama untuk memiliki ajang pameran bergengsi yang representatif di mata internasional.
Langkah besar tersebut membuahkan hasil manis dengan terbentuknya event tahunan yang mengumpulkan ribuan hobiis dan pembudidaya dari berbagai penjuru. NUSATIC (Nusantara Aquatic) adalah pameran internasional ikan hias dan akuatik yang menurut Sugiarto terbesar di dunia yang diadakan secara rutin di Indonesia.
“Kita belajar dari Jepang. Jepang itu punya acara lomba itu konsisten. Tidak pernah batal gara-gara sesuatu acara. Covid pun mereka tetap ada. Begitu konsistennya setiap tahun harus ada dan itu bukan cuma nasionalnya, tapi mereka daerahnya per, per kelurahan pun mereka adakan. Ya, jadi dia fokus, semua fokus. Makanya keberhasilan di Jepang itu karena fokus dan konsisten. Nah, bagaimana dengan di Indonesia? Indonesia [tertawa] pameran bersama, ee, saya gabungkan semua komunitas yang saya kenal kita ajak untuk lomba bersama. Nah, sehingga 2016 lahir Nusatic itu menjadi pameran terbesar, ee, ikan hias di dunia. Saya klaim kenapa? Karena saya, saya berhasil menggabungkan sembilan komunitas beracara bersama.” — Sugiarto Budiono
Perjalanan Merintis Jakarta Koi Center dan Perburuan Ikan Koi Jepang Asli
Keseriusan dalam menggarap pangsa pasar kelas atas mendorong langkah langsung untuk berburu spesimen berkualitas tinggi ke pusat penangkarannya. Interaksi tatap muka secara langsung dengan para pembudidaya senior memberikan akses penuh terhadap ketersediaan individu terbaik.
Usaha mendatangkan ikan koi jepang asli dalam jumlah besar menjadi strategi mendasar untuk efisiensi biaya logistik serta jaminan mutu. Langkah berani ini memastikan kolektor di dalam negeri mendapatkan akses langsung terhadap varietas unggulan berketinggian standar dunia.
Pengalaman memilah spesimen unggulan secara mandiri mengasah keahlian teknis dalam mengenali bakat pertumbuhan serta kecemerlangan warna hiasan air ini. Keahlian mendalam tersebut makin memperkokoh reputasi lini usaha ini sebagai salah satu importir paling terpercaya.
“Mulai 2006, 2007 saya mulai berangkat ke Jepang sendiri untuk memilih. Karena beda sekali kita order dengan kita datang itu sangat beda sekali. Kalau saya import itu biasanya kalau dari Ogata paling dikit lima ratus ekor. Karena apa? Kita kalau ngirim ke sedikit biayanya mahal.” — Sugiarto Budiono