SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
18/02/2026
Inovasi

Terumbu Karang Buatan Pemecah Gelombang Karya ITS, Solusi Ramah Lingkungan Cegah Abrasi

  • June 19, 2025
  • 4 min read
Terumbu Karang Buatan Pemecah Gelombang Karya ITS, Solusi Ramah Lingkungan Cegah Abrasi

Terumbu karang buatan sebagai pemecah gelombang kini jadi solusi inovatif yang dikembangkan Guru Besar ITS untuk lindungi pesisir laut Indonesia.

Terumbu Karang Buatan dan Ancaman Abrasi di Pesisir Indonesia

Abrasi pantai jadi masalah nyata bagi banyak wilayah pesisir di Indonesia. Ombak terus-menerus mengikis garis pantai, menyebabkan kerusakan lahan, fasilitas umum, bahkan rumah warga. Solusinya nggak cukup dengan tembok beton atau tanggul biasa.

Untuk itulah, Prof Ir Haryo Dwito Armono ST MEng PhD IPM ASEAN Eng, Guru Besar Teknik Kelautan ITS, mengenalkan konsep building with nature. Lewat konsep ini, ia menciptakan Hexareef, yaitu terumbu karang buatan pemecah gelombang yang menyatu dengan ekosistem laut.

“Jika tidak diatasi, abrasi pantai dapat merusak fasilitas sekaligus rumah warga yang ada di sekitarnya,” ujar Prof Haryo, dikutip dari website resmi its.ac.id.

Apa Itu Konsep Building with Nature?

Konsep building with nature menggabungkan proses alami ke dalam desain infrastruktur. Jadi, bukan cuma bikin pelindung pantai, tapi sekaligus merestorasi lingkungan yang rusak.

Dalam hal ini, terumbu karang buatan Hexareef berfungsi ganda: memecah gelombang dan mengembalikan ekosistem bawah laut. Ini adalah bentuk pembangunan yang selaras dengan alam, bukan melawan alam.

Kenapa Terumbu Karang Penting untuk Laut dan Manusia?

Terumbu karang bukan sekadar hiasan bawah laut. Ia adalah rumah bagi ribuan spesies laut dan tempat berkembang biak ikan-ikan kecil. Kalau karangnya rusak, populasi ikan pun ikut turun.

“Jika terus dibiarkan, keberadaan ikan pun akan terancam dan hasil tangkap ikan nelayan ikut menurun,” ungkap Prof Haryo dikutip dari website resmi ITS.ac.id.

Terumbu karang juga punya fungsi fisik: menahan gelombang agar tidak langsung menghantam daratan. Jadi, kehilangan terumbu karang artinya kehilangan benteng alami pantai.

BACA JUGA: YETI Can Crusher: Alat Daur Ulang yang Bikin Hancurin Kaleng Jadi Menyenangkan

Mengenal Hexareef: Terumbu Karang Buatan Pemecah Gelombang

Hexareef adalah inovasi berupa struktur segi enam yang dibuat dari material ramah lingkungan. Uniknya, di permukaan batuan ini ditanam vegetasi terumbu karang buatan.

“Di tiap sisi juga dilengkapi beberapa lubang untuk memudahkan sirkulasi arus gelombang laut sehingga tidak merusak struktur,” jelas Prof Haryo (wawancara its.ac.id).

Setiap unit Hexareef punya diameter 60 cm dan tinggi 80 cm. Batuan ini disusun sejajar, terendam di bawah permukaan laut, dan bisa membentuk jalur pelindung sepanjang 50 sampai 100 meter.

Fungsi Ganda: Pelindung dan Destinasi Wisata Bahari

Selain berperan sebagai pemecah gelombang, Hexareef juga punya potensi jadi objek wisata bahari. Karang buatan yang ditanam bisa menarik perhatian penyelam, fotografer laut, dan wisatawan yang hobi snorkeling.

“Suasana saat sunset dan sunrise bersama dengan deburan ombak pun semakin menambah keindahan pantai,” ujar Prof Haryo (dikutip dari wawancara its.ac.id).

Jadi, satu inovasi ini bisa mendatangkan banyak manfaat: dari ekologi, ekonomi, sampai estetika.

Sudah Diterapkan di Madura dan Raja Ampat

Inovasi Hexareef bukan sekadar wacana. Sudah diterapkan di Desa Tlangoh, Bangkalan (Madura) dan Papua Paradise Eco-Resort, Raja Ampat.

Hasilnya? Di dua lokasi ini, Hexareef berhasil memulihkan garis pantai yang terkikis sekaligus meningkatkan pendapatan dari wisata bahari.

Desain modular HexaReef karya Prof. Zainuri dari ITS menjadi solusi cerdas terumbu karang buatan pemecah gelombang di pesisir. (Foto: ITS.ac.id)

Kontribusi untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Hexareef sejalan dengan SDGs poin 14: Life Below Water, yaitu menjaga kelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan building with nature, Hexareef tidak hanya menyelamatkan lingkungan tapi juga menjamin keberlanjutan hidup masyarakat pesisir — yang jelas relevan dengan pedoman YMYL Google.

Ajak Pemerintah dan Masyarakat Terlibat

Prof Haryo berharap inovasi ini bisa diadopsi lebih luas. Pemerintah daerah, LSM lingkungan, bahkan komunitas nelayan bisa ikut serta.

“Inovasi ini mampu mencegah abrasi pantai sekaligus sebagai upaya pemulihan ekosistem laut,” tuturnya penuh harap. (wawancara its.ac.id)

Dengan keterlibatan banyak pihak, Hexareef bisa jadi solusi nasional untuk masalah abrasi dan krisis ekosistem laut.

Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

Terumbu karang buatan pemecah gelombang seperti Hexareef bukan hanya soal teknologi, tapi soal harapan. Harapan untuk laut yang lebih sehat, garis pantai yang terlindungi, dan masyarakat pesisir yang sejahtera.

Dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan hasil nyata di lapangan, inovasi ini pantas mendapat dukungan lebih luas.

Sumber: https://www.its.ac.id/news/2025/04/23/gubes-its-inovasikan-terumbu-karang-buatan-sebagai-pemecah-gelombang/

About Author

Urbantani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *