SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
21/05/2026
Video Video featured

Kisah Petani Muda Tolak Tawaran Kerja di Jepang demi Bisnis Hidroponik Selada di Semarang

  • February 1, 2026
  • 2 min read

Memutuskan untuk menjadi seorang petani muda dengan mengembangkan sistem hidroponik ternyata jauh lebih menjanjikan bagi Arif Aditya Nur Pratama daripada harus kembali mengambil kesempatan kerja di Jepang yang penuh ketidakpastian saat pandemi melanda dunia. Pemuda asal Semarang ini awalnya telah menyelesaikan kontrak kerjanya di luar negeri pada tahun 2019 silam. Ia bahkan sudah mulai mengurus berbagai dokumen penting untuk kembali mengadu nasib kerja di Jepang.

Namun, rencana tersebut berubah total ketika pandemi COVID-19 mulai merebak di tahun 2020 dan menghambat semua proses keberangkatan internasional. Di tengah masa menganggur, Arif mencoba mengalihkan fokusnya dengan mempelajari cara bertanam hidroponik sederhana di lingkungan rumahnya. Sebagai hidroponik pemula, ia memulai segalanya dari nol menggunakan instalasi kecil untuk mengisi waktu luang yang ia miliki.

Strategi Sukses Budidaya Selada Belanda Hidroponik di Tengah Kota

Ketekunan Arif dalam merawat tanaman membuahkan hasil yang luar biasa hingga ia memutuskan untuk terjun sepenuhnya menjadi seorang petani modern. Ia melihat adanya peluang besar pada komoditas selada belanda yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran Kota Semarang. Bisnis yang ia beri nama Sequence Hydrofarm ini berlokasi di Jl. Kedondong Dalam II, Lamper Tengah, Semarang Selatan.

Arif mengakui bahwa tantangan terbesar bagi mantan tenaga kerja luar negeri adalah menentukan langkah nyata setelah masa kontrak mereka berakhir. “Yang susah itu waktu pulang dari Jepang kita mau ngapainnya itu yang susah,” ungkap Arif saat mengenang masa-masa awal transisinya. Kegigihannya membuahkan hasil manis karena kini ia mampu mengelola ratusan lubang tanam selada belanda hidoonik secara mandiri.

About Author

Mardi Rahmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *