SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
17/02/2026
Tani Daily

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga: Solusi Ramah Lingkungan untuk Tanaman Sehat

  • June 7, 2025
  • 4 min read
Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga: Solusi Ramah Lingkungan untuk Tanaman Sehat

Cara membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga kini menjadi solusi ramah lingkungan yang praktis dan bermanfaat untuk tanaman.

Mengapa Memilih Pupuk Kompos dari Sampah Organik?

Pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga menawarkan manfaat ganda. Selain mengurangi limbah, juga menyuburkan tanah secara alami. Proses ini mendukung gaya hidup ramah lingkungan sekaligus efisien untuk kebutuhan rumah tangga.

Dibanding pupuk kimia, kompos lebih aman untuk mikroorganisme tanah. Tanah menjadi lebih gembur dan produktif. Nutrisi yang diberikan pun terserap secara perlahan, memberikan efek jangka panjang pada tanaman.

Jenis Sampah Organik yang Cocok untuk Kompos

Tidak semua sampah rumah tangga bisa dijadikan kompos. Jenis yang cocok adalah sisa sayur, buah, daun kering, hingga ampas kopi dan teh.

Hindari mencampur limbah hewani, makanan berminyak, atau bahan kimia rumah tangga. Hal ini penting agar proses fermentasi berjalan optimal tanpa bau menyengat atau berkembangnya bakteri patogen.

Pisahkan sampah basah dan kering sebelum dicampur dalam komposter. Ini akan membantu mengatur kadar air dan karbon secara seimbang.

Baca juga: Kisah Soraya Cassandra Dirikan Kebun Kumara

Alat dan Bahan Membuat Kompos di Rumah

Untuk membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga, siapkan beberapa alat dan bahan sederhana.
Berikut ini yang Anda perlukan:

  • Ember atau tong bekas dengan tutup
  • Sampah organik rumah tangga (sayur, buah, daun)
  • Tanah taman atau pupuk kandang sebagai starter mikroba
  • Aktivator kompos seperti EM4
  • Molase, bisa berupa air gula merah, air gula putih atau tetes tebu.
  • Sekop kecil dan sarung tangan
  • Air secukupnya

Gunakan wadah yang memiliki ventilasi udara agar proses fermentasi aerob berlangsung baik. Jangan lupa tempatkan komposter di lokasi yang teduh dan tidak terkena hujan langsung.

Langkah-Langkah Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga

  1. Siapkan Wadah Kompos
    Gunakan ember atau tong yang bersih, beri lubang-lubang kecil untuk sirkulasi udara. Letakkan lapisan tanah atau pupuk kandang di bagian bawah sebagai starter.
  2. Masukkan Sampah Organik Secara Bertahap
    Tambahkan sampah organik seperti kulit buah, sayuran, atau daun kering. Hindari mencampur tulang, daging, atau minyak.
  3. Tambahkan Aktivator Kompos seperti EM4
    Setelah menambahkan lapisan sampah organik, semprotkan larutan EM4 yang telah diencerkan. Larutan ini membantu mempercepat penguraian karena mengandung mikroorganisme efektif.
  4. Tuangkan Molase
    Tambahkan molase kurang lebih 250 cc ke dalam campuran sampah organik dengan tanah.
  5. Basahi dan Aduk Secara Berkala
    Setiap 3–4 hari, aduk isi komposter untuk mempercepat penguraian. Tambahkan air secukupnya agar kompos tetap lembap seperti spons. Pastikan sirkulasi udara lancar untuk menjaga proses fermentasi aerob.
  6. Tunggu Proses Pengomposan
    Biarkan selama 30–60 hari tergantung suhu dan jenis bahan. Kompos yang matang berwarna cokelat tua, berbau tanah, dan tidak terlihat bahan aslinya.

Tips Mempercepat Proses Pengomposan

Aktivator kompos seperti EM4 memang efektif mempercepat penguraian. Kombinasikan dengan cairan gula merah yang telah difermentasi agar mikroba tumbuh optimal.

Potong kecil sampah organik sebelum dimasukkan ke dalam komposter. Ukuran yang lebih kecil akan lebih cepat terurai.

Jaga keseimbangan antara bahan hijau (basah) dan cokelat (kering). Idealnya perbandingan karbon dan nitrogen sekitar 30:1.

Baca juga: Tanaman Rambat Hias Ini Bisa Mempercantik Rumah

Manfaat Pupuk Kompos untuk Tanaman dan Lingkungan

Pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan retensi air. Tanaman pun lebih tahan terhadap penyakit dan pertumbuhan akar menjadi optimal.

Selain itu, penggunaan kompos mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis yang berdampak negatif pada lingkungan. Proses daur ulang sampah ini juga mengurangi volume limbah rumah tangga yang berakhir di TPA.

Banyak komunitas urban farming kini mulai menerapkan metode ini karena manfaatnya yang nyata bagi keberlanjutan pertanian kota.

Pupuk Kompos: Solusi Berkelanjutan yang Bisa Anda Mulai Hari Ini

Cara membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Tidak butuh alat canggih atau keahlian khusus.

Dengan konsistensi, Anda bisa menghasilkan pupuk alami sendiri di rumah. Selain menghemat biaya, langkah ini juga bagian dari kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Mulailah dari hal kecil, seperti memilah sampah, dan saksikan sendiri bagaimana tanaman Anda tumbuh lebih sehat dengan sentuhan kompos buatan sendiri.

Sumber: https://sumberrejosid.slemankab.go.id/home/2022/08/05/cara-membuat-pupuk-kompos-menggunakan-sampah-organik-rumah-tangga/

About Author

Urbantani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *