Kebun Hidroponik Bertani Agro Farm: Panen 4 Ton Sayuran Segar per Bulan Raup Omset Ratusan Juta
Menjadi seorang pengusaha sukses di bidang agribisnis kini bukan lagi sekadar impian bagi generasi milenial yang ingin terjun ke dunia pertanian modern. Rahmatul Khafidl, pemilik Bertani Agro Farm asal Mijen, Semarang, membuktikan bahwa ketekunan mengelola sayuran hidroponik bisa menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Dengan memanfaatkan teknologi hidroponik system, ia berhasil menyuplai kebutuhan ritel dan supermarket besar secara konsisten.
Rahasia Pengusaha Muda Menembus Pasar Ritel dan Supermarket
Banyak pengusaha pemula merasa ragu untuk menawarkan produk mereka ke jaringan supermarket karena dianggap memiliki birokrasi yang rumit. Namun, Khafidl membagikan tips yang sangat membumi, yaitu keberanian untuk bertanya langsung kepada petugas di lapangan tanpa rasa malu. Strategi ini terbukti efektif untuk memotong rantai informasi yang seringkali menjadi kendala bagi para petani lokal.
“Kita ke supermarketnya, kita tanya ke pegawainya di sana, mungkin ke CS atau satpam atau siapapun. Tanya gimana caranya jadi supplier di sini, nanti pasti diarahkan,” ungkap Rahmatul Khafidl.
Keuntungan Bisnis Selada Hidroponik dan Skala Produksinya
Fokus utama dari Bertani Agro Farm adalah produksi selada hidroponik yang permintaannya sangat tinggi di wilayah perkotaan. Dalam satu bulan, kebun ini mampu memanen hingga 4 ton selada, dengan rata-rata harian mencapai 130 hingga 140 kilogram. Kapasitas produksi yang masif ini didukung oleh perawatan yang intensif untuk menjaga manfaat hidroponik tetap optimal pada setiap helai daunnya.
“Kalau untuk selada saja kita targetnya 4 ton per bulan, sehari itu bisa 130 sampai 140 kilo. Omzet kotornya antara 60 juta sampai 100 jutaan sebulan,” jelas sang pengusaha muda tersebut.