SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
11/05/2026
Sosok & Komunitas

Kisah Ahmad Farm: Gagal Ternak Lele dan Entok Kini Sukses Lewat Sayuran Hidroponik, Omset Tembus 2 Kali UMR

  • May 11, 2026
  • 3 min read
Kisah Ahmad Farm: Gagal Ternak Lele dan Entok Kini Sukses Lewat Sayuran Hidroponik, Omset Tembus 2 Kali UMR

Hidroponik kini menjadi peluang pertanian modern yang banyak diminati petani milenial dan pengusaha muda Indonesia.

Modal kecil bukan lagi penghalang untuk memulai usaha pertanian. Hal itu dibuktikan Ahmad Sidiq, owner Ahmad Farm di Semarang, yang sukses membangun kebun sayur hidroponik hanya dari modal awal Rp5 juta.

Kini Ahmad dikenal sebagai salah satu petani hidroponik yang mampu menghasilkan omset jutaan rupiah setiap bulan. Kebunnya menjual berbagai sayur hidroponik seperti selada hidroponik dan pakcoy hidroponik ke pasar modern hingga pelanggan rumahan.

Sebelum fokus di dunia hidroponik, Ahmad mengaku pernah menjalani berbagai pekerjaan kasar. Ia sempat bekerja sebagai sales garam di pasar hingga mencoba usaha ternak lele dan entok.

Tonton videonya di sini:

Namun perjalanan usaha tersebut tidak berjalan mulus. Ahmad merasa hasil yang didapat tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan setiap hari.

“Pertama kerja di pasar angkut-angkut garam, terus pernah juga ternak lele, pernah juga ternak entok,” ujar Ahmad Sidiq.

Ia mengaku mulai tertarik dengan hidroponik setelah melihat peluang pasar sayur sehat semakin besar. Dari situ, Ahmad mulai belajar sistem tanam sederhana secara otodidak.

“Dari lele sama entok itu terasa capek mas, terasa capek nggak ada hasil,” lanjut Ahmad.

Keputusan pindah ke usaha hidroponik ternyata menjadi titik balik kehidupannya. Perlahan, kebun kecil yang ia bangun mulai menghasilkan keuntungan stabil.

Sayur Hidroponik Jadi Sumber Omset Jutaan Rupiah

Saat ini Ahmad Farm fokus menjual berbagai jenis sayur hidroponik segar. Produk paling laris adalah selada hidroponik dan pakcoy hidroponik yang banyak dicari restoran serta rumah makan.

Menurut Ahmad, permintaan pasar terhadap sayuran sehat terus meningkat. Hal itu membuat bisnis urban farming seperti hidroponik semakin menjanjikan untuk anak muda.

Ahmad mengatakan rata-rata penjualan harian kebunnya cukup besar. Dari hasil tersebut, ia mampu mendapatkan omset yang nilainya melebihi gaji UMR.

“Kita ambil rata-rata aja, 50 pack per kilonya bersih, itu berarti per hari ya sekitar Rp6,6 juta untuk omset,” jelasnya.

Pada waktu tertentu, omset tertinggi yang pernah didapat mencapai Rp9,6 juta per bulan. Nilai itu bahkan bisa mencapai dua kali gaji UMR Kota Semarang.

“9,6 itu paling tinggi, cuman ya jarang-jarang sih mas,” kata Ahmad sambil tersenyum.

Kebun Hidroponik Ahmad Farm Dilirik Program MBG

Kesuksesan Ahmad Farm kini mulai menarik perhatian berbagai pihak. Salah satunya rencana kerja sama dengan SPPG Polri yang sedang dibahas untuk pengembangan kebun hidroponik skala besar.

Ahmad mengaku saat ini masih dalam tahap negosiasi awal. Nantinya, ribuan titik kebun akan dibangun dan hasil panennya diserap untuk kebutuhan program pangan.

“Ini baru nego aja mas. Ini mau kerja sama sama SPPG Polri. Ini baru mau bikin kebun 7.000 titik,” ungkap Ahmad.

Ia juga membagikan pengalaman menarik soal teknik budidaya. Menurutnya, pertumbuhan tanaman hidroponik justru lebih cepat jika tidak menggunakan atap penuh.

“Sama pertumbuhan itu lebih cepat kalau kebun hidroponik nggak ada atap mas. Itu yang nggak ada atapnya bisa nyalip,” tambahnya.

Urban Farming Jadi Peluang Besar Petani Milenial

Perkembangan urban farming membuat dunia pertanian kini semakin menarik untuk generasi muda. Selain bisa dilakukan di lahan sempit, modal awal hidroponik juga relatif terjangkau.

Banyak petani milenial mulai melirik usaha hidroponik karena pasarnya terus berkembang. Tren hidup sehat membuat permintaan sayur hidroponik semakin stabil setiap tahun.

Kisah Ahmad Sidiq menunjukkan bahwa pertanian modern bisa menjadi sumber penghasilan menjanjikan. Dari modal Rp5 juta, kini ia berkembang menjadi petani sukses dengan omset jutaan rupiah.

Hydroponik, selada hidroponik, hingga pakcoy hidroponik kini bukan sekadar hobi urban farming. Bagi banyak pengusaha muda dan petani hidroponik, usaha ini sudah menjadi peluang bisnis masa depan yang terus tumbuh di Indonesia.

About Author

urbantani.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *