SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
January 19, 2026
Sosok & Komunitas

FoodCycle Indonesia: Gerakan Anak Muda Atasi Krisis Pangan Lewat Aksi Nyata

  • May 28, 2025
  • 3 min read
FoodCycle Indonesia: Gerakan Anak Muda Atasi Krisis Pangan Lewat Aksi Nyata

FoodCycle Indonesia adalah gerakan sosial yang mengumpulkan dan mendistribusikan makanan berlebih untuk membantu atasi krisis pangan.

Apa Itu Food Cycle Indonesia?

FoodCycle Indonesia berdiri tahun 2017. Gerakan ini muncul dari keresahan soal banyaknya makanan terbuang di kampus. FoodCycle hadir dengan dua visi, yaitu zero food waste to landfill dan zero hunger for better Indonesia.

Kini, FoodCycle jadi komunitas besar yang aktif menyelamatkan makanan berlebih dan menyalurkannya ke mereka yang membutuhkan. Gerakan ini berlandaskan pada prinsip zero waste dan keadilan pangan.

Bertujuan untuk memutus siklus kelaparan masyarakat kurang mampu dengan mendistribusikan kembali surplus makanan yang tidak tersentuh, mengolah kembali produk yang tidak sempurna, dan mendaur ulang limbah makanan.

Baca juga: Kantong Plastik dari Singkong hingga Rumput Laut Atasi Pencemaran Lingkungan

Program-Program Food Cycle Indonesia

Food Cycle nggak cuma soal bagi-bagi makanan. Mereka punya banyak program keren seperti:

  1. BreadRescue – menyimpan kelebihan produk roti dan pastry yang dibawa kembali ke dapur pusat atau unit distribusi setiap hari.
  2. Food Rescue – mengumpulkan makanan berlebih dari hotel, restoran, atau acara besar untuk disalurkan kembali.
  3. Semangat Pagi Indonesia! – bertujuan untuk memberikan sarapan sehat bergizi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Setiap minggunya, kami mendistribusikan lebih dari 2.000 paket sarapan sehat bergizi ke sekolah-sekolah.
  4. FoodCycle Point – menerima makanan yang belum dibuka, belum kadaluwarsa, kering/paket dengan waktu kadaluwarsa minimal 4 minggu, untuk didistribusikan kembali langsung kepada mereka yang membutuhkan.
  5. FoodCycle Farm – merevolusi pengelolaan limbah makanan dan pertanian perkotaan melalui pendekatan sirkular, berkelanjutan, dan terdesentralisasi.

Semua program ini dijalankan dengan semangat relawan muda yang punya kepedulian tinggi soal isu pangan.

Profil Astrid Paramita dan Herman Andryanto

Kepemimpinan FoodCycle dipegang oleh pasangan suami istri, Astrid Paramita dan Herman Andryanto.

Astrid Paramita yang merupakan lulusan jurusan Teknik Pangan di Melbourne, Australia, ini, adalah CEO FoodCycle Indonesia yang aktif mengembangkan kerja sama strategis dan memperkuat branding gerakan ini secara nasional. Ia punya latar belakang komunikasi dan sustainability, serta dikenal aktif di banyak gerakan sosial lingkungan.

Herman Andryanto menjabat sebagai COO (Chief Operating Officer). Ia bertanggung jawab atas operasional harian dan koordinasi logistik relawan.

Pentingnya Relawan dan Komunitas

Salah satu kekuatan Food Cycle ada di relawannya. Dari mahasiswa, pekerja muda, hingga ibu rumah tangga – semua bisa bergabung dan berkontribusi.

“Kami percaya perubahan dimulai dari aksi kecil, seperti tidak membuang makanan yang masih layak,” tulis Food Cycle di laman resminya (foodcycleindonesia.org).

Baca juga: Dari Selokan ke Ladang Cuan: Budidaya Ikan Nila dan Gurame ala Warga Ciawi

Dampak yang Sudah Terbukti

Data dari Bappenas (2022) menyebutkan, Indonesia membuang sekitar 23-48 juta ton makanan setiap tahun. Ini setara dengan potensi pangan 61-125 juta jiwa!

Food Cycle jadi salah satu solusi nyata untuk mengurangi dampak ini. Mereka juga aktif menyuarakan kebijakan anti food waste ke lembaga pemerintah.

Banyak penerima manfaat merasa terbantu. Bukan cuma soal makanan, tapi soal harapan.

Yuk Dukung Gerakan Ini!

Food Cycle Indonesia adalah contoh nyata kalau anak muda bisa jadi agen perubahan. Dari kampus, sekarang mereka sudah berdampak nasional.

Dengan ikut jadi relawan, menyumbang, atau sekadar menyebarkan informasi, kamu juga bisa ikut berkontribusi.

Jangan ragu, yuk bantu Food Cycle Indonesia kurangi krisis pangan dengan cara paling sederhana: selamatkan makanan berlebih.

About Author

Urbantani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *