Bunga Bangkai Mekar di Jerman: Rekor Baru Titanenwurz Terbesar di Berlin!

Bunga bangkai mekar di Jerman bikin heboh lagi dengan Titanenwurz setinggi 2,36 m mencatat rekor baru di Kebun Raya Berlin.
Bunga bangkai mekar di Jerman: Rekor ukuran
Pada tanggal 29 Juni 2025, sebuah Titanenwurz (Amorphophallus titanum) di Botanischer Garten Berlin mekar dan mengukir sejarah baru sebagai bunga bangkai mekar di Jerman dengan tinggi mencapai 2,36 meter.
Menurut rilis resmi dari situs Botanischen Garten Berlin atau BGBM, ini adalah ukuran terbesar yang pernah tercatat di kebun raya tersebut
Mekarnya hanya tiga hari
Mekarnya bunga bangkai di Jerman ini hanya berlangsung tiga hari. Saat mekarnya, spatha (lapisan daun besar) terbuka pada siang-sore, dan warna spadix (batang tengah) tampak jelas saat malam hari. Setelah tiga hari, spatha perlahan menutup dan spadix mulai layu.
Proses pertumbuhan yang luar biasa
Sejak 11 Juni 2025, Titanenwurz mulai membentuk kuncup bunga Hingga 23 Juni, ukuran spadix sudah menonjol dari spatha . Pada 25 Juni, tinggi sudah mencapai 2,11 m, dan pada 27 Juni melonjak ke 2,29 m, hingga akhirnya mencetak rekor pada tanggal 29 Juni.
Aroma “bau bangkai” kuat
Bunga bangkai mekar di Jerman ini mengeluarkan bau busuk khas, terutama pada malam pertama.
Aroma tersebut menarik serangga seperti lalat dan kumbang untuk membantu penyerbukan .
Menurut penjelasan BGBM: “Aasgeruch dient der Bestäubung” – bau bangkai bertujuan untuk menarik serangga penyerbuk.
Tak bisa diprediksi kapan mekar
Botanis di Berlin mengakui bahwa tidak bisa diprediksi tepat kapan bunga bangkai mekar.
Philipp Weiner, kepala rumah kaca tropis, bilang:
“Wann sich der Blütenstand genau öffnet, hängt von vielen Faktoren ab. Daher können auch wir den Zeitpunkt nicht auf den Tag vorhersagen.”
Dia juga memberi tips: siap-siap dengan nasi klammer (penutup hidung) karena baunya cukup menyengat .
Peran penting Aldy, perawat Bunga Bangkai asal Semarang
Arnaldy Indra Prasetya, atau Aldy, WNI dari Semarang, sudah merawat bunga bangkai Sumatra di Kebun Raya Berlin selama empat tahun.
Dikutip dari dw.com Aldy menjelaskan bahwa menanam dan merawat Titanenwurz di Eropa penuh tantangan, karena iklim dan hama berbeda dibanding habitat aslinya di Sumatra.
“Kebebasan, cinta, dan keindahan bunga bangkai mekar tanpa bisa dipatok waktunya, dan punya warna spatha seperti darah hewan membusuk untuk menarik serangga,” ungkap Aldy.

Asal usul dan konservasi
Titanenwurz berasal dari Sumatra, Indonesia, ditemukan pertama kali oleh Odoardo Beccari pada 1878.
Tanaman ini termasuk langka dan terancam punah, karena habitat alaminya hutan hujan tropis terus berkurang. Di kebun raya, tanaman dijaga lewat pembudidayaan berkelanjutan dan konservasi.
Siklus hidup unik
Setelah mekar, kapal bunga ini akan membentuk satu daun besar seperti pohon kecil yang bisa tumbuh beberapa meter. Daun ini bertahan 10–15 bulan menyimpan cadangan nutrisinya ke dalam umbi bawah tanah. Kemudian, tanaman mengalami fase istirahat selama 24 bulan sebelum kembali berputik.
Fakta menarik bagi pecinta tanaman
- Rekor dunia: Titanenwurz bisa mencapai tinggi hingga 3,10 m, menurut Guinness World Records
- Pembudidayaan sulit: Butuh waktu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun agar umbi cukup matang
- Termogenesis: Spadix bisa menghasilkan panas hingga 36 °C untuk menyebarkan aroma lebih efektif
Fenomena bunga bangkai mekar di Jerman ini bukan sekadar rekor tinggi, tapi juga bukti sinergi global dalam konservasi flora langka. Semoga kisah ini menginspirasi kita untuk terus menjaga keanekaragaman hayati.


Referensi:
https://www.bgbm.org/de/pr/neuer-rekord-riesige-titanenwurz-im-botanischen-garten-berlin-hat-heute-ihren-bluetenstand
https://www.bgbm.org/de/titanenwurz2025
https://www.dw.com/id/arnaldy-perawat-bunga-bangkai-sumatra-di-kebun-raya-berlin/a-73140416

