SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
12/03/2026
Tani Daily

Yakin Pohon di Rumahmu Aman? Cek Daftarnya! 10 Pohon Perusak vs 13 Pohon Penyelamat Pondasi

  • July 10, 2025
  • 7 min read
Yakin Pohon di Rumahmu Aman? Cek Daftarnya! 10 Pohon Perusak vs 13 Pohon Penyelamat Pondasi

Temukan daftar 15 pohon peneduh yang akarnya tidak merusak pondasi rumah dan hindari 10 jenis pohon perusak populer.

Pohon peneduh aman?

Memilih pohon peneduh yang akarnya tidak merusak adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah Anda. Salah pilih pohon bisa berarti bencana finansial di kemudian hari. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda untuk terhindar dari kesalahan tersebut.

Banyak dari kita menanam pohon untuk membuat rumah sejuk dan asri. Tapi, tanpa kita sadari, beberapa jenis pohon populer ternyata punya “sisi gelap”, yaitu sistem perakaran yang agresif dan destruktif. Akar-akar ini bisa meretakkan pondasi, mengangkat paving, hingga merusak saluran air bawah tanah.

Kenapa Akar Pohon Bisa Jadi Musuh dalam Selimut?

Akar pohon secara alami akan tumbuh ke segala arah untuk mencari dua hal terpenting: air dan nutrisi. Masalah muncul ketika pencarian ini dilakukan terlalu “bar-bar”. Ada beberapa tipe akar yang perlu diwaspadai di lingkungan perumahan.

Sifat akar yang paling berisiko adalah yang pertumbuhannya menyebar secara horizontal (ke samping) dan dangkal di permukaan tanah. Akar tipe ini akan dengan mudah bertemu dan “bertarung” dengan pondasi rumah Anda. Semakin besar pohonnya, semakin kuat dan merusak daya dorong akarnya.

Waspada! 10 Pohon Populer yang Akarnya Berisiko Merusak Bangunan

Sebelum Anda menyesal, kenali dulu daftar hitam pohon yang sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat dengan bangunan. Pohon-pohon ini memang indah dan rindang, tapi potensi kerusakannya tidak sepadan dengan keindahannya jika penempatannya salah.

1. Beringin (Ficus benjamina)

Siapa tak kenal pohon ikonik ini? Di balik keanggunannya, beringin punya sistem akar permukaan yang sangat kuat dan menyebar luas, bahkan bisa mengeluarkan akar gantung yang masuk ke tanah. Akarnya bisa dengan mudah mengangkat trotoar dan menekan pondasi hingga retak.

2. Flamboyan (Delonix regia)

Bunganya yang merah merona memang memanjakan mata. Sayangnya, akar flamboyan cenderung dangkal dan menyebar agresif untuk menopang batangnya yang besar. Pohon ini terkenal sebagai salah satu “perusak” paving dan tembok pembatas.

3. Akasia (Acacia mangium)

Akasia sering digunakan untuk penghijauan karena pertumbuhannya yang cepat. Namun, kecepatan ini juga berlaku untuk akarnya yang invasif dan rakus air. Akar akasia bisa menyusup ke saluran pembuangan dan menyebabkan penyumbatan parah.

4. Trembesi (Samanea saman)

Meskipun peneduh yang ulung, trembesi butuh ruang super luas. Sistem perakarannya yang masif dan melebar hingga puluhan meter membuatnya sangat tidak cocok untuk halaman rumah standar. Jarak amannya dari bangunan bisa lebih dari 15 meter.

5. Kersen/Talok (Muntingia calabura)

Pohon ini tumbuh cepat dan buahnya disukai anak-anak. Masalahnya, akarnya dangkal, rapuh, namun sangat menyebar. Sistem perakaran ini membuatnya tidak stabil saat angin kencang dan akarnya bisa merusak area permukaan di sekitarnya.

6. Jati (Tectona grandis)

Pohon jati memang punya nilai ekonomis tinggi, tapi menanamnya di halaman rumah adalah ide buruk. Selain menggugurkan daun, akarnya yang besar dan kuat bisa tumbuh menekan apa pun di sekitarnya, termasuk struktur rumah.

7. Mahoni (Swietenia macrophylla)

Walau sering direkomendasikan sebagai peneduh, mahoni berukuran besar punya perakaran yang juga besar. Jika ditanam terlalu dekat (kurang dari 5-7 meter), akarnya yang menua dan membesar berpotensi menekan pondasi. Penempatannya harus sangat diperhitungkan.

8. Bambu (Bambusa sp.)

Bambu memang bukan pohon, tapi sering dijadikan peneduh atau pagar hidup. Jenis bambu yang menyebar (running type) sangat invasif. Rimpang (rhizome) akarnya bisa muncul di mana-mana, bahkan menembus lantai teras atau kamar mandi.

9. Kenari (Canarium ovatum)

Pohon kenari adalah peneduh yang hebat, namun ukurannya yang raksasa saat dewasa diiringi dengan akar papan (banir) yang besar. Akar banir ini akan tumbuh di atas permukaan tanah dan sudah pasti akan merusak struktur keras di dekatnya.

10. Waru (Hibiscus tiliaceus)

Waru sering ditemukan di pesisir, menandakan akarnya yang kuat mencengkeram tanah. Jika ditanam di lahan kering perkotaan, akarnya akan menyebar jauh untuk mencari air. Sifat inilah yang membuatnya berisiko jika berdekatan dengan tembok atau pipa air.

Akar pohon beringin yang masif adalah contoh nyata risiko jika salah memilih pohon peneduh yang akarnya tidak merusak.

Solusi Aman! 13 Pohon Peneduh yang Akarnya Tidak Merusak Pondasi

Nah, sekarang bagian yang ditunggu-tunggu! Jangan khawatir, banyak sekali pilihan pohon peneduh yang akarnya tidak merusak. Pohon-pohon ini umumnya punya sistem akar tunggang yang menghujam ke bawah, atau akar serabut yang lebih “sopan” dan tidak agresif.

Berikut adalah daftar penyelamat pondasi rumah Anda:

1. Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium)

Pohon ini sedang naik daun, dan alasannya jelas. Pucuk Merah punya perakaran tunggang yang lurus ke bawah, sehingga aman ditanam dekat bangunan. Daunnya yang berwarna merah-hijau juga sangat cantik sebagai elemen dekorasi.

2. Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus)

Ingin punya “sakura” versi tropis? Tabebuya jawabannya. Pohon ini punya akar yang tidak merusak, pertumbuhannya tidak terlalu masif, dan bunganya sangat indah saat mekar serempak.

3. Kamboja (Plumeria)

Jangan samakan dengan kamboja kuburan! Kamboja hias, baik yang biasa maupun kamboja jepang (adenium), punya akar yang relatif aman. Pohon ini tidak tumbuh terlalu besar dan perakarannya tidak bersifat invasif.

4. Kelengkeng (Dimocarpus longan)

Selain buahnya yang lezat, pohon kelengkeng adalah peneduh yang baik. Akarnya cenderung tumbuh ke dalam tanah. Pastikan saja Anda melakukan pemangkasan rutin agar tajuknya tidak terlalu rimbun.

5. Tanjung (Mimusops elengi)

Pohon tanjung direkomendasikan langsung oleh berbagai instansi kehutanan sebagai peneduh kota. Dalam sebuah publikasi dari Balai Besar KSDA Jawa Timur, disebutkan bahwa pohon tanjung punya perakaran kuat namun tidak merusak. Daunnya rindang dan bunganya wangi.

6. Sawo Kecik (Manilkara kauki)

Pohon keraton ini punya karakter yang tenang dan elegan. Pertumbuhannya lambat dan sistem perakarannya sangat aman untuk ditanam di halaman. Buahnya pun bisa dinikmati.

7. Biola Cantik (Ficus lyrata)

Versi raksasa dari tanaman hias indoor ini bisa jadi peneduh yang unik di halaman. Berbeda dari sepupunya si beringin, akar biola cantik lebih bersahabat dan tidak seagresif jenis Ficus lainnya.

Baca Juga: 12 Jenis Anggrek Termahal di Dunia & Indonesia

8. Bintaro (Cerbera manghas)

Meski buahnya beracun, pohon bintaro sangat efektif sebagai peneduh dan pengusir tikus. Sistem perakarannya yang dalam membuatnya jadi pilihan aman untuk jalur hijau perkotaan dan area perumahan.

9. Palem (Berbagai Jenis)

Hampir semua jenis palem, seperti palem ekor tupai atau palem putri, punya akar serabut yang tidak merusak. Akarnya berkumpul di pangkal batang dan tidak akan “jalan-jalan” ke mana-mana.

10. Dadap Merah (Erythrina crista-galli)

Bunganya yang unik seperti cangkang keong menjadi daya tarik utamanya. Pohon ini tidak tumbuh terlalu tinggi dan sistem akarnya relatif aman untuk area dekat rumah.

11. Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia)

Sering lihat pohon tinggi kurus di pinggir jalan? Itulah glodokan tiang. Pohon ini sangat ideal untuk lahan sempit karena bentuknya vertikal dan akarnya lurus ke bawah, bukan ke samping.

12. Saga (Adenanthera pavonina)

Pohon dengan biji merah yang ikonik ini adalah peneduh yang baik. Perakarannya dalam dan tidak menyebar di permukaan, sehingga aman bagi struktur di sekitarnya.

13. Asam Jawa (Tamarindus indica)

Meskipun bisa tumbuh sangat besar, pohon asam punya akar tunggang yang sangat dalam. Pohon ini aman untuk pondasi, asalkan diberi ruang yang cukup untuk tajuknya berkembang.

Ketapang Kencana adalah contoh sempurna pohon peneduh yang akarnya tidak merusak, ideal untuk rumah modern.

Tips Cerdas Sebelum Menanam Pohon di Rumah

Sudah punya daftar pohonnya? Eits, tunggu dulu! Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mulai menggali lubang tanam.

  • Ketahui Jarak Aman: Aturan umum yang aman adalah menanam pohon setidaknya 3-5 meter dari pondasi, tergantung potensi besar pohon saat dewasa. Semakin besar potensi pohon, tanamlah semakin jauh.
  • Periksa Jalur Bawah Tanah: Pastikan lokasi tanam tidak berada tepat di atas jalur pipa air, septic tank, atau kabel bawah tanah. Ini untuk menghindari masalah di masa depan.
  • Sesuaikan dengan Lahan: Jangan memaksakan menanam pohon berkanopi lebar di lahan yang sempit. Pilihlah pohon berkarakter ramping seperti Glodokan Tiang atau Ketapang Kencana.

Kesimpulan Cerdas untuk Sobat Hijau

Pada akhirnya, memiliki hunian yang sejuk dan asri tidak harus mengorbankan keamanan struktur bangunan. Kuncinya ada pada pengetahuan dan pilihan yang tepat. Dengan menghindari 10 pohon “perusak” dan memilih dari 15 daftar pohon peneduh yang akarnya tidak merusak, Anda sudah mengambil langkah cerdas.

Ingatlah bahwa pohon adalah makhluk hidup yang akan terus tumbuh selama puluhan tahun. Investasikan sedikit waktu Anda sekarang untuk riset, agar Anda bisa menikmati keteduhan dan keindahannya dengan tenang tanpa perlu khawatir biaya renovasi yang membengkak. Selamat menanam!

About Author

Urbantani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *