SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
04/04/2026
Inovasi

MONICA: Alat Deteksi Penyakit Tanaman Canggih Karya Mahasiswa ITB

  • July 27, 2025
  • 4 min read
MONICA: Alat Deteksi Penyakit Tanaman Canggih Karya Mahasiswa ITB

Bagi para petani dan pecinta tanaman cabai, membedakan benih yang sehat dengan yang terinfeksi penyakit adalah tantangan besar. Kini, sebuah solusi cerdas hadir dari kampus Ganesha. Para petani cabai bisa sedikit bernapas lega berkat sebuah alat deteksi penyakit tanaman inovatif bernama MONICA (Mobile Application for Chili Disease) yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap masalah klasik di dunia pertanian, yaitu kualitas benih. Benih yang tampak sehat secara kasat mata ternyata bisa saja membawa patogen penyakit yang berisiko menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi petani.

MONICA hadir untuk menjawab tantangan tersebut, menawarkan metode penyortiran benih yang cepat, akurat, dan non-destruktif (tidak merusak benih).

Solusi Canggih untuk Masalah Klasik Petani

Selama ini, para petani seringkali mengandalkan pengamatan visual untuk menyortir benih cabai. Tentu saja, metode ini memiliki banyak kelemahan. Keterbatasan mata manusia membuat banyak penyakit yang belum menunjukkan gejala fisik menjadi tidak terdeteksi, yang pada akhirnya dapat membahayakan seluruh area tanam.

Masalah inilah yang diidentifikasi oleh tim mahasiswa ITB sebagai titik krusial yang memerlukan intervensi teknologi. Mereka melihat adanya celah antara praktik pertanian konvensional dengan potensi teknologi modern.

MONICA memecahkan masalah ini dengan “melihat” apa yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Dengan begitu, proses seleksi untuk mendapatkan benih unggul menjadi jauh lebih efisien dan dapat diandalkan.

Bagaimana Cara Kerja MONICA, si Alat Deteksi Penyakit Tanaman Ini?

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana sebuah alat bisa mengetahui kondisi kesehatan sebutir benih? Rahasianya terletak pada teknologi pencitraan hiperspektral, yang bisa diibaratkan seperti sebuah “kamera super canggih”. Kamera ini mampu menangkap spektrum cahaya yang jauh lebih luas daripada yang bisa ditangkap mata kita.

Monica merupakan sistem monitoring penyakit antraknosa pada cabai di dalam chamber tertutup. Monica diharapkan membantu pengguna mengamati pertumbuhan dan tingkat keparahan penyakit antraknosa pada cabai.

Salah satu mahasiswa perancang MONICA, Ibnu Tisna Yuwanda mengatakan bahwa perancangan alat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan benih cabai unggulan berkualitas tinggi yang tahan terhadap penyakit, terutama di tengah harga cabai yang kian mahal.

Tisna juga menjelaskan proses penggunaan alat tersebut sampai mendapatkan tingkat keparahan penyakitnya dari 0 sampai 9. “Cabai yang sudah dibersihkan, kemudian disuntik penyakit Anthracnose sp., lalu dimasukkan ke dalam chamber alat ini. Kita atur suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya. Setelah itu, kita lakukan monitoring. Dari hasil monitoring tersebut, kita mendapatkan data berupa gambar cabai yang disimpan ke dalam database,” ujarnya.

Alat deteksi penyakit tanaman cabai MONICA (foto: itb.ac.id)

Alat pendeteksi penyakit pada cabai yang diberi nama Monica ini dipamerkan oleh Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HME) ITB dalam pameran “Electrical Engineering Days” di Aula Timur, ITB Kampus Ganesha, Selasa–Kamis (24–26/5/2025), yang dirancang oleh kelompok 22, yakni Ibnu Tisna Yuwanda, Ganesha Indrayana Kusuma, dan Najmi Az Zahra Feryputri.

Dengan alat ini, kerusakan cabai akibat penyakit Anthracnose dapat dilihat secara real-time, baik melalui situs web maupun secara langsung. Hal ini memudahkan pengguna memilih cabai yang akan digunakan sebagai benih untuk selanjutnya dikawinkan sehingga menghasilkan benih unggul yang tahan penyakit.

Tisna menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi dalam merancang alat ini yakni ketika mengintegrasikan alat yang dibuat oleh tim dengan sistem yang telah ada, mengingat perancangan ini merupakan pengembangan dari penelitian yang telah ada sebelumnya. “Kita harus tahu sistem ini agar kita bisa mengintegrasikan alat yang kami buat dengan sistem yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

Ia berharap alat ini dapat dikembangkan lebih lanjut agar dapat digunakan pada jenis tanaman yang lainnya seperti tomat, timun, dan lain-lain.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Cara Semai Cabai Anti Gagal

Harapan Baru untuk Pertanian Indonesia

MONICA adalah bukti nyata bagaimana inovasi teknologi dapat memberikan dampak langsung bagi sektor vital seperti pertanian. Kehadiran alat deteksi penyakit tanaman seperti MONICA membuka harapan baru untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani cabai di Indonesia.

Dengan seleksi benih yang lebih akurat, risiko gagal panen dapat ditekan, sehingga hasil panen menjadi lebih optimal. Ke depannya, teknologi ini berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, tidak hanya untuk cabai, tetapi juga untuk komoditas pertanian penting lainnya.

Ini adalah langkah positif menuju kedaulatan pangan dan modernisasi pertanian yang didukung oleh sinergi antara mahasiswa dan dosen dari dalam negeri.

Sumber Berita Utama:

About Author

Urbantani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *