SubscribeChannel YouTube UrbantaniSelengkapnya
38°C
January 17, 2026
Tani Daily

Jamur Morel Gunung Rinjani: Morchella rinjaniensis, Spesies Baru yang Mengguncang Dunia Mikologi

  • July 28, 2025
  • 4 min read
Jamur Morel Gunung Rinjani: Morchella rinjaniensis, Spesies Baru yang Mengguncang Dunia Mikologi

Jamur morel unik ini ditemukan di Gunung Rinjani, membuka bab baru riset keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya akan misteri.

Penemuan Jamur Morel Spesies Baru di Rinjani

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan penemuan spesies baru jamur morel bernama Morchella rinjaniensis yang berasal dari kawasan Gunung Rinjani, Lombok. Jamur ini teridentifikasi melalui riset mendalam yang menggabungkan analisis morfologi dan genetika.

Peneliti PRBE BRIN, Atik Retnowati, menjelaskan bahwa berdasarkan ciri morfologi serta hasil analisis genetik terhadap empat gen, spesies ini menunjukkan perbedaan yang jelas dibandingkan jenis Morchella lainnya. Sehingga, secara ilmiah, spesies ini dapat dideskripsikan sebagai spesies baru.

“Spesies ini memiliki kombinasi karakter unik yang tidak ditemukan pada jenis Morchella lain, baik secara morfologi maupun molekuler,” katanya.

Jamur Morchella rinjaniensis ditemukan tumbuh liar di lereng Gunung Rinjani pada ketinggian antara 900 hingga 1.200 meter di jalur seperti Torean, Senaru, Sembalun, Tetebatu, dan Aik Berik. Jamur ini umumnya muncul saat peralihan musim hujan ke kemarau, yakni sekitar April hingga Mei.

“Spesies ini memiliki tubuh buah yang bisa mencapai 19 cm, dengan pola lubang (pits) tidak beraturan dan spora berukuran besar yang permukaannya bergelombang menyerupai labirin,” jelas Atik.

Menurut rilis resmi BRIN, penemuan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia. “Spesies ini menjadi catatan penting bagi dunia ilmiah dan juga membuka peluang penelitian lanjutan di bidang mikologi,” ungkap tim peneliti BRIN (diambil dari website resmi brin.go.id).

Ciri-ciri Morchella rinjaniensis

Jamur morel yang baru ditemukan ini memiliki bentuk khas seperti sarang lebah dengan tudung berwarna kecokelatan. Struktur tubuh buahnya memperlihatkan jaringan berlekuk yang unik, menjadi ciri khas Morchella.

Riset BRIN menyebutkan bahwa Morchella rinjaniensis memiliki ukuran tudung yang lebih besar dibandingkan spesies lain di Asia Tenggara. Analisis DNA menunjukkan bahwa spesies ini berbeda signifikan dari kerabat terdekatnya di wilayah Himalaya.

Nilai Ekologis dan Ekonomi

Jamur morel dikenal bernilai tinggi, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi. Mereka berperan dalam siklus hara tanah serta bernilai komersial di pasar kuliner global.

“Morel sering disebut sebagai jamur gourmet karena cita rasanya yang khas dan kandungan gizinya yang tinggi,” jelas peneliti BRIN (sumber: brin.go.id). Hal ini menjadikan Morchella rinjaniensis berpotensi sebagai komoditas bernilai ekonomi jika dikelola secara berkelanjutan.

foto: brin.go.id

Potensi Penelitian dan Konservasi

Penemuan Morchella rinjaniensis membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut terkait interaksinya dengan ekosistem Gunung Rinjani. Keberadaan jamur ini menunjukkan pentingnya kawasan hutan Rinjani sebagai pusat biodiversitas.

Sebuah penelitian internasional terbaru menegaskan bahwa morel memiliki peran kunci dalam menjaga ekosistem tanah pegunungan. “Keanekaragaman jamur tanah sangat penting dalam menjaga stabilitas ekosistem hutan pegunungan tropis,” tulis studi dalam Mycology: An International Journal on Fungal Biology (Taylor & Francis, 2025).

Baca Juga: 6 Spesies Baru Tumbuhan Endemik Indonesia Ditemukan

Tantangan dalam Eksplorasi Morel Indonesia

Meski penemuan ini menggembirakan, riset jamur morel di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Akses lokasi yang sulit, kondisi alam yang ekstrem, serta keterbatasan sumber daya penelitian menjadi tantangan tersendiri.

BRIN menegaskan perlunya kolaborasi internasional untuk mengembangkan riset jamur endemik Nusantara. Upaya ini sejalan dengan visi menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan memanfaatkan potensi biodiversitas secara bijak.

Dukungan untuk Edukasi dan Wisata Ilmiah

Selain riset, penemuan ini juga diharapkan mendukung sektor edukasi dan wisata ilmiah di Lombok. Gunung Rinjani sudah dikenal sebagai destinasi pendakian populer, dan keberadaan jamur morel unik ini dapat menjadi daya tarik tambahan.

Dengan pengelolaan yang tepat, wisata berbasis sains dapat memberikan manfaat ganda: edukasi publik sekaligus pemasukan ekonomi lokal.

Penemuan Morchella rinjaniensis di Gunung Rinjani menjadi tonggak baru bagi riset mikologi Indonesia. Selain memperkuat identitas Nusantara sebagai rumah biodiversitas dunia, jamur ini membuka peluang penelitian, konservasi, hingga pemanfaatan ekonomi berkelanjutan.

Ke depan, kolaborasi lintas sektor antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat lokal diharapkan mampu menjaga kelestarian spesies unik ini.

Refersensi

  1. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (2025). Morchella rinjaniensis, Spesies Baru Jamur Morel dari Gunung Rinjani. Diambil dari: https://www.brin.go.id/press-release/124110/morchella-rinjaniensis-spesies-baru-jamur-morel-dari-gunung-rinjani
  2. Taylor & Francis. (2025). Diversity and ecological roles of morel mushrooms in tropical mountain forests. Mycology: An International Journal on Fungal Biology. Diambil dari: https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/12298093.2025.2505301
About Author

Urbantani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *